CERITA DANAU TOBA
CERITA: Pada zaman dahulu hiduplah seorang Pemuda sebatang kara yang rajin bekerja
Ia sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang
dan mencari ikan untuk
memenuhi kebutuhan.Suatu hari Pemuda tersebut pergi ke sungai di dekat tempat
tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan
hanya berbekal sebuah kail
menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, Pemuda tersebut
langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan,
petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga aku dapat ikan banyak hari
ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak
bergoyang-goyang. Sang Pemuda segera menarik kailnya dan sangat
senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar, cantik dan unik.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, Pemuda itu
sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa ngomong.
“Tolong aku jangan dimakan... Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu.
Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam
air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, Pemuda itu bertambah
terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi Manusia
yang cantik.
“Jangan takut... aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan.
“Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya Pemuda itu. “Aku
adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan
itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia menjadi teman hidupmu. Pemuda itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami
istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak
boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji
itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan mereka bertambah, karena dikarunia Tuhan seorang bayi
laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat,
tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut
selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang.
Suatu hari si anak mendapat tugas dari ibunya untuk
mengantarkan makanan dan minuman ke ladang di mana ayahnya sedang
bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang
seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di
sebuah gubug. Sang Ayah menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus
dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke
rumah. Di tengah perjalanan pulang, Sang Ayah melihat anaknya sedang
tidur di gubug. dan membangunkannya.
Setelah anaknya terbangun, sang Ayah itu langsung menanyakan makanannya.
“Mana makanan buat ayah?”, Jawab anaknya “Sudah habis kumakan”, dengan nada tinggi sang Ayah langsung memarahi anaknya. "Anak
tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Ayah
tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak
dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan
kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat
tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya
membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau
Toba.

