Wednesday, 26 October 2016

CERITA DANAU TOBA

 

CERITA: Pada zaman dahulu hiduplah seorang Pemuda sebatang kara yang rajin bekerja Ia sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap ladang dan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan.Suatu hari Pemuda tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail  menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, Pemuda tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Tuhan, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Sang Pemuda segera menarik kailnya dan sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar, cantik dan unik.
Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, Pemuda itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa ngomong. “Tolong aku jangan dimakan... Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, Pemuda itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi Manusia yang cantik.
“Jangan takut... aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya Pemuda itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia menjadi teman hidupmu. Pemuda itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya  kebahagiaan mereka bertambah, karena dikarunia Tuhan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang.
Suatu hari si anak  mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke ladang di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Sang Ayah menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, Sang Ayah melihat anaknya sedang tidur di gubug. dan membangunkannya.
Setelah anaknya terbangun, sang Ayah itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Jawab anaknya “Sudah habis kumakan”, dengan nada tinggi sang Ayah langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Ayah tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.
Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. 

No comments:

Post a Comment